BREAKING NEWS

    Lima Alumni LPK Azea Bengkulu Mulai Bekerja di Jepang Lewat Skema SSW


    Bengkulu – Sebanyak lima peserta angkatan perdana LPK Azea Bengkulu Internasional telah tiba di Kota Sapporo, Prefektur Hokkaido, Jepang, pada 23 Februari 2026. Mereka diberangkatkan menggunakan visa Specified Skilled Worker (SSW) atau Tokutei Ginou (TG) untuk bekerja di sektor perhotelan.

    Dari lima pekerja migran tersebut, empat orang berasal dari Provinsi Bengkulu dan satu orang dari Pulau Jawa. Setibanya di Jepang, mereka langsung menjalani proses penempatan kerja yang dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan kemampuan bahasa Jepang dan kesiapan beradaptasi di lingkungan kerja.

    Perwakilan JPM di Jepang, Reni, menjelaskan kelompok pertama yang terdiri dari Yazied, Dwi, dan Yosadi ditempatkan di salah satu hotel berbintang tiga di kawasan Susukino, pusat Kota Sapporo yang dikenal sebagai kawasan bisnis dan hiburan. Sementara itu, Gandra dan Hasyim ditempatkan di hotel berbintang tiga di kawasan Nakajima Koen yang memiliki suasana lebih tenang.

    Kelima pekerja tersebut bertugas sebagai hotel housekeeper, khususnya pada bagian bed making atau penataan tempat tidur sesuai standar operasional hotel. Dalam menjalankan tugasnya, mereka bekerja bersama tenaga paruh waktu dari warga Jepang maupun mahasiswa asal Nepal yang juga bekerja di sektor perhotelan.

    Reni mengatakan para pekerja memulai karier dari tahap dasar atau shitazumi, yakni jenjang awal sebelum memiliki kesempatan naik ke posisi yang lebih tinggi. Karena itu, mereka didorong terus meningkatkan kemampuan bahasa Jepang, baik lisan maupun tulisan, serta kualitas kerja yang meliputi kebersihan, kecepatan, dan ketelitian.

    "Pengembangan karier di sini sangat terbuka karena sistemnya berbasis kompetensi dan pencapaian. Selama mereka mampu meningkatkan kualifikasi dan status profesional, peluang karier tetap terbuka," ujar Reni.

    Menurutnya, pekerja yang mampu memenuhi bahkan melampaui standar perusahaan berpeluang memperoleh tanggung jawab lebih besar, seperti menjadi floor leader atau supervisor yang mengawasi operasional satu lantai hotel.

    Reni juga mengingatkan para pekerja agar tidak cepat merasa puas. Ia menilai jam kerja di Sapporo relatif lebih singkat dibandingkan kota-kota besar seperti Tokyo, sehingga masih tersedia waktu untuk memperdalam kemampuan bahasa Jepang dan meningkatkan keterampilan lain sebagai bekal pengembangan karier di masa depan.

    Dengan sistem karier yang mengutamakan kompetensi, para alumni LPK Azea Bengkulu diharapkan mampu menunjukkan kinerja terbaik sehingga dapat meningkatkan jenjang profesi sekaligus membuka peluang bagi calon pekerja migran asal Bengkulu lainnya untuk berkarier di Jepang.

    © Copyright 2022 - azeanews.com - secerca harapan