Sekretaris LPK Azea Bengkulu Internasional, Efri Marlovi, mengaku bangga atas capaian para siswa tersebut. Menurutnya, hasil ini menjadi bukti kualitas pembinaan bahasa Jepang yang terus ditingkatkan oleh lembaga.
"Alhamdulillah, sebanyak delapan siswa kami berhasil lulus ujian JFT A2. Bahkan Briliana Ensanti mampu meraih nilai sempurna dengan menjawab seluruh soal secara benar," ujar Efri, Sabtu (9/5/2026).
Selain Briliana, tujuh siswa lainnya yang dinyatakan lulus yakni Muhammad Raysa Rahan dengan nilai 241 poin, Bintang Fero Prasetyo 227 poin, Albert Dani 224 poin, Dani Nofransyah 220 poin, Eza Putra Pratama 219 poin, Yeli Fitri Nengdi 212 poin, dan Teguh Irvan Syaputra 211 poin.
Efri menjelaskan masih ada satu peserta yang belum berhasil memenuhi nilai minimal kelulusan karena terpaut sekitar 15 poin. Meski demikian, pihaknya akan memberikan pendampingan lebih intensif agar peserta tersebut dapat lulus pada kesempatan berikutnya.
"Kami terus memberikan motivasi agar siswa yang belum lulus tetap semangat. Ini hanya keberhasilan yang tertunda dan akan kami siapkan lebih baik untuk menghadapi ujian selanjutnya," kata Efri.
Setelah dinyatakan lulus JFT A2, para siswa akan mengikuti persiapan menghadapi ujian Specified Skilled Worker (SSW) bidang Building Cleaning. Ujian tersebut menjadi salah satu syarat utama sebelum mengikuti proses wawancara kerja dengan perusahaan di Jepang.
LPK Azea Bengkulu Internasional terus membuka kesempatan bagi masyarakat Bengkulu yang ingin bekerja di Jepang melalui program pelatihan bahasa Jepang dan keterampilan kerja. Program ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi generasi muda untuk meraih peluang karier dan pengalaman kerja di Negeri Sakura.



Social Header