Bengkulu – LPK Azea Bengkulu Internasional menyiapkan peserta program kerja ke Jepang melalui praktik langsung di industri perhotelan. Sebanyak 12 siswa dari LPK Kaizu Hamagi Gakkou dan Azea dijadwalkan mengikuti magang di Hotel Mercure Bengkulu mulai 13 Oktober 2026 untuk meningkatkan keterampilan sebelum bekerja di Jepang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sekretaris LPK Azea Bengkulu Internasional, Efri Marlovi, S.T., mengatakan pengalaman praktik di lingkungan hotel menjadi salah satu upaya membekali peserta dengan gambaran nyata mengenai dunia kerja. Peserta diharapkan dapat memahami standar kebersihan, kedisiplinan, serta tanggung jawab yang dibutuhkan dalam pekerjaan housekeeping.

Para peserta merupakan siswa program Tokutei Ginou atau Specified Skilled Worker (SSW) bidang Building Cleaning jalur mandiri yang dipersiapkan untuk bekerja di Jepang. Melalui program magang, keterampilan yang dipelajari selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan langsung dalam aktivitas operasional hotel.

Sebelum kegiatan dimulai pada 13 Oktober, peserta telah diperkenalkan dengan lingkungan Hotel Mercure Bengkulu pada 12 Oktober 2026. Tahap pengenalan ini membantu siswa memahami suasana kerja perhotelan, termasuk lingkungan operasional dan standar yang harus diperhatikan dalam menjalankan tugas.

Efri mengatakan, kesiapan bekerja di luar negeri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kedisiplinan dan kemampuan beradaptasi. Peserta perlu membiasakan diri dengan pola kerja yang teratur, ketelitian dalam menyelesaikan tugas, serta tanggung jawab terhadap kualitas hasil pekerjaan.

Menurutnya, pengalaman magang dapat menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenali kelebihan dan aspek keterampilan yang masih perlu ditingkatkan sebelum berangkat ke Jepang. Dengan praktik langsung, peserta diharapkan lebih memahami tuntutan pekerjaan sekaligus membangun kepercayaan diri dalam menghadapi lingkungan kerja yang berbeda.

LPK Azea Bengkulu Internasional berharap program tersebut dapat membantu peserta mempersiapkan diri secara lebih matang sebelum memasuki industri perhotelan di Jepang. Pembekalan melalui praktik kerja menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan siswa agar mampu menyesuaikan diri dengan standar dan budaya kerja di negara tujuan.

Adapun ke 12 siswa tersebut adalah Rahmat Alfinra, Hilham Notonegoro, Ahmad Ridwan Rabbani, Eki Saputra, Aspiko Hadi Nata, Farel Dwi Pangga, Muhammad Irfan Yasir, Tatan Afdolah, Vendo De Lova, Bintang Fero Prasetyo, Yoza Saputra, dan Muhammad Aldi Aripan.